Minggu, 30 November 2014

Tulisan 3 Softskill Sosial dan Politik

10 Manfaat Radiasi Selain Pembangkit Listrik atau Bom

Radiasi di deskripsikan dengan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain. Dengan terjadinya gempa Jepang yang menyebabkan tragedi nuklir, telah menyerap perhatian berita utama akhir-akhir ini. Mudah untuk bertanya kenapa para ilmuwan pernah berpikir, akan jadi ide yang baik jika mendidihkan air dengan uranium dan plutonium? Sedikit efek alami yang ditimbulkan merupakan hal yang salah di mengerti oleh masyarakat seperti radiasi dan radioaktivitas. Sebenarnya ada banyak kegunaan untuk radiasi yang aman dan menguntungkan selain sebagai pembangkit tenaga listrik dan meledakan sesuatu dengan bom. Kali ini ane akan memberikan daftar 10 kegunaan radiasi yang tidak digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan meledakan barang
1. Keamanan
Jika agan pernah pergi ke airport akhir akhir ini, mungkin agan familiar dengan namanya bagian pemerikasaan bagasi dengan sinar-x. Dengan memanfaatkan spektrometer mobilitas ion, mesin ini mampu “mencium” unsur bahan peledak, dan memastikan penerbangan agan sampai selamat ke tujuan tanpa pesawat meledak. Agan mungkin tidak sadar bahwa radiasi juga berperan dalam mendeteksi sisa-sisa bahan peledak dan narkotika
2. Eksplorasi Ruang Angkasa
Ruang antarbintang adalah sebuah tempat yang gelap dan dingin, begitu dingin (mendekati nol mutlak). Sehingga kendaraan angkasa harus menjaga bagian kritisnya tetap hangat sehingga mereka tidak membeku dan terkunci. NASA memecahkan masalah ini dengan menempatkan elemen pemanas yang mengandung bahan radioaktif di daerah kritis. Sebagai materi meluruh, radiokatif memberikan sejumlah kecil panas yang menjaga bagian-bagian penting seperti kamera dan pintu sensor bergerak di suhu mendekati nol mutlak.
3. Pengukuran
Perangkat khusus dan pengukur yang memanfaatkan radiasi digunakan di seluruh manufaktur dan industri untuk membuat pengukuran yang super akurat untuk mengukur barang yang umumnya tidak terdeteksi dengan cara konvensional lainnya. Apakah Agan ingin untuk memeriksa cacat pada pengelasan, kadar cairan dalam sistem tertutup, atau ingin membuat pengukuran yg akurat, pengukuran fisik kecil, radiasi adalah yang agan perlukan sebagai alat untuk mengukur.
4. Sterilisasi / Iradiasi
Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang membutuhkan transfusi darah dapat menghasilkan masalah berat jika mereka terkena antibodi asing dan bakteri dari darah donor. Solusi masalah ini, mengekspos darah yang disumbangkan dengan radiasi, untuk membunuh antibodi yang tidak diinginkan sambil menjaga sel-sel darah merah tetap utuh. Proses yang sama juga memperpanjang umur beberapa makanan favorit agan. Biasanya makanan disterilkan dengan panas (pasteurisasi) untuk membunuh bakteri atau didinginkan untuk memperlambat pembusukan.
5. Umur Carbon
Karbon 14 memutuskan radioaktif dari waktu ke waktu pada laju yang konstan. Karena kenyataan ini, para ilmuwan menggunakan rasio karbon 14 isotop dalam suatu objek untuk mengetahui perkiraan usia objek. Dengan alat ini kita telah mampu secara akurat umur benda seperti tulang dinosaurus dan manusia purba, memperluas pemahaman kita tentang sejarah alam dan memecahkan teka-teki umur tua seperti, “apakah orang-orang berjalan dengan dinosaurus?”
6. Mutasi Genetik
Kemampuan radiasi untuk mengacaukan DNA Agan dan penyebab segala sesuatu dari kanker menjadi lebih parah didokumentasikan dengan baik dalam pengetahuan budaya dari buku komik ke film, tapi bisakah kemampuan tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan? Dengan mengekspos bibit dengan dosis radiasi, petani menyebabkan mutasi genetik dalam biji mereka dengan sengaja. Tidak seperti apa yang agan mungkin pernah baca di komik, mutasi dari radiasi benar-benar dapat membantu petani mengembangkan sifat-sifat tanaman bermanfaat seperti kekebalan terhadap serangga dan pestisida.
7. Membersikan Udara
Membersihkan Batubara merupakan salah satu kata-kata desas-desus dilemparkan sekitar oleh politisi, namun hanya sedikit yang menyadari bahwa salah satu cara menghilangkan emisi dari cerobong asap adalah dengan kejutan listrik cerobong dengan radiasi berkas elektron. Momok lingkungan di mana-mana, merupakan sebuah ironis bahwa radiasi adalah salah satu cara terbaik kita dalam memerangi hujan asam dan menghilangkan bahan kimia seperti belerang dioksida dari asap sebelum mereka pergi ke udara dan mencemarinya
8. Detektor Asap
Pernah mengganti baterai pada detektor asap Agan dan memperhatikan peringatan bahwa ada zat radioaktif di dalam perangkat? Banyak detektor asap yang lebih tua menggunakan zat yang memancarkan radiasi,-amerisium 241, mengendus mencari asap. Ketika partikel asap memutuskan aliran radiasi antara amerisium dan detektor, alarm berbunyi, memberikan agan beberapa detik berharga peringatan ekstra untuk keluar dari rumah atau mengingatkan agan dengan daging pagangan agan.
9. Kedokteran Radionuklir
Salah satu bahaya terbesar dari kejatuhan nuklir adalah menelan partikel kecil radioaktif yang dapat menyebabkan tubuh agan terkena kanker dan penyakit lainnya. Jadi pernakah agan berpikir dengan sengaja menelan zat radioaktif? Dengan mengirimkan bahan radioaktif ke seluruh tubuh, dokter dapat melihat radiasi yang keluar dan menentukan segala macam hal yang penting seperti mengenai fungsi organ, aliran darah, dan bahkan mendeteksi kanker tertentu.
10. Foto Sinar-X (Rontgen)
Wilhelm Rontgen menempatkan penemuan radiasi X-Ray untuk digunakan sebagai pengobatan pada tahun 1895 dengan mengambil gambar tulang di tangannya. Sejak itu sulit membayangkan memiliki prosedur medis modern atau diagnosis tanpa terlebih dahulu memiliki foto sinar-X. Cukup dengan memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam tubuh kita dan melihat apa yang terjadi, radiasi mungkin telah menyelamatkan nyawa lebih banyak dari yang telah diklaim.

Sumber : https://fiflowers.wordpress.com/sains-gallery/10-manfaat-radiasi-selain-pembangkit-listrik-atau-bom/

Tulisan 2 Softskill Sosial dan Politik

puisi kritikan politik

AKU dan NEGRIKU
Sebuah kenyataan bahwa inilah hidup
Kadang suka kadang duka
Dalam suka terselip duka
Dan dalam duka tersirat bahagia
Tapi hidup bukan untuk disesali
Walaupun terkadang tak seindah yang kita bayangkan
Jika ada senyum manis para pejabat
Ada pula tangisan di hati kecil rakyat
Ketika busung lapar meraja lela dari hulu hingga ke hilir
Saat itu pula korupsi oleh petinggi negara sedang buming
Kadang hati ini berontak
Kadang jiwa bergejolak
Kadang raga ingin beranjak
Untuk menuntut dimana rasa kemanusiaan
Hidup penuh perjuangan
Hidup penuh cita dan angan
Hidup adalah bangkit
Bangkit dari sebuah keterpurukan
Betapa beruntungnya diri ini
Hidup di sebuah negara hukum
Keadilan begitu dijunjung tinggi
Walaupun pelaksanaannya belum maksimal
Namun proses menuju kesinambungan sudah berjalan perlahan
Bertahan dalam perdamaian tanpa peperangan
Mendapat perlindungan-Nya di setiap waktu
Dan menjadi sebuah negara yang indah karena kerukunannya
Menciptakan kebersamaan dengan senyuman
Menuju masa depan dengan keiklasan dan kejujuran
AZA
Kala api bergejolak
Kurengkuh tangan kecil itu
Lunglai, penuh darah mengalir
Dalam pilu nan meratap
Dalam aza nan menjauh
Nestapa kian berkepanjangan
Panjang, dan senantiasa hadir
Dalam mimpi si kecil malang
Mengapa nasib begitu getir
Apa salah dan dosanya
Peluru dan api itu
Seakan merenggut segalanya
Kini …
Saat semuanya padam
Tinggalkan puing-puing hati
Nan terkoyak tersakiti
Adakah insan menolongnya
Mencercahkan senyumnya
Memberi kembali harapannya
Semua diam dan menutup mata
Tinggallah si kecil merana
Deni aza nan tiada bertepi
Wahai umat,
Dimana hati nuranimu
SANG PEMIMPIN
Sang Pemimpin…
Baju rapi lengkap dengan dasi
Sepatu mahal, bagus dan mengkilat
Kerja dari rapat satu ke rapat yang lain
Berlomba mengejar kenaikan pangkat
Dia … para pemimpin kita
Bekerja jarang berkeringat
Merasakan gaji yang nikmat
Mendapat hormat karena pangkat
Mendapat jaminan hidup sepanjang hayat
Tapi lupa dengan rakyat
Dia… para pemimpin kita
Yang rapi dengan dasi
Bersaing demi sebuah kursi
Ketika tikus sibuk korupsi
Terbuai diempuknya jok mobil mersi
Coba tengok …
Ketika sang pemimpin bermandikan harta yang melimpah
Apa yang terjadi pada rakyatnya?
Belasan rakyatnya kehilangan nyawa
Demi sembako gratis …
Demi seamplop kecil uang …
Tak kah hati para pemimpin kita terbuka?
Belum cukupkah realita memilukan nasib rakyat?
Sampai kapan negri ini sakit?
Kapan negri ini bangun dari sakit panjangnya dan bangkit?
Doa tulus ku selalu ku panjatkan untuk Indonesiaku

Sumber :https://ekotriwanti.wordpress.com/2009/02/04/puisi/

Tulisan 1 Softskill Sosial dan Politik



BIOGRAFI HOEGENG IMAN SANTOSO : POLISI PALING JUJUR DI INDONESIA

Hoegeng Imam Santoso merupakan putra sulung dari pasangan Soekario Kario Hatmodjo dan Oemi Kalsoem. Beliau lahir pada 14 Oktober 1921 di Kota Pekalongan. Meskipun berasal dari keluarga Priyayi (ayahnya merupakan pegawai atau amtenaar Pemerintah Hindia Belanda), namun perilaku Hoegeng kecil sama sekali tidak menunjukkan kesombongan, bahkan ia banyak bergaul dengan anak-anak dari lingkungan biasa. Hoegeng sama sekali tidak pernah mempermasalahkan ningrat atau tidaknya seseorang dalam bergaul. Masa kecil Hoegeng diwarnai dengan kehidupan yang sederhana karena ayah Hoegeng tidak memiliki rumah dan tanah pribadi, karena itu ia seringkali berpindah-pindah rumah kontrakan.

          Hoegeng kecil juga dididik dalam keluarga yang menekankan kedisiplinan dalam segala hal. Hoegeng mengenyam pendidikan dasarnya pada usia enam tahun pada tahun 1927 di Hollandsch Inlandsche School (HIS). Tamat dari HIS pada tahun 1934, ia memasuki Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yaitu pendidikan menengah setingkat SMP di Pekalongan. Pada tahun 1937 setelah lulus MULO, ia melanjutkan pendidikan ke Algemeene Middlebare School (AMS) pendidikan setingkat SMA di Yogyakarta. Pada saat bersekolah di AMS, bakatnya dalam bidang bahasa sangatlah menonjol. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang suka bicara dan bergaul dengan siapa saja tanpa sungkan-sungkan dengan tidak mempedulikan ras atau bangsa apa.

          Kemudian pada tahun 1940, saat usianya menginjak 19 tahun, ia memilih melanjutkan kuliahnya di Recht Hoge School (RHS) di Batavia. Tahun 1950, Hoegeng mengikuti Kursus Orientasi di Provost Marshal General School pada Military Police School Port Gordon, George, Amerika Serikat. Dari situ, dia menjabat Kepala DPKN Kantor Polisi Jawa Timur di Surabaya (1952). Lalu menjadi Kepala Bagian Reserse Kriminil Kantor Polisi Sumatera Utara (1956) di Medan. Tahun 1959, mengikuti pendidikan Pendidikan Brimob dan menjadi seorang Staf Direktorat II Mabes Kepolisian Negara (1960), Kepala Jawatan Imigrasi (1960), Menteri luran Negara (1965), dan menjadi Menteri Sekretaris Kabinet Inti tahun 1966. Setelah Hoegeng pindah ke markas Kepolisian Negara kariernya terus menanjak. Di situ, dia menjabat Deputi Operasi Pangak (1966), dan Deputi Men/Pangak Urusan Operasi juga masih dalam 1966. Terakhir, pada 5 Mei 1968, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara (tahun 1969, namanya kemudian berubah menjadi Kapolri), menggantikan Soetjipto Joedodihardjo.
Biografi Hoegeng
           Banyak hal terjadi selama kepemimpinan Kapolri Hoegeng Iman Santoso. Pertama, Hoegeng melakukan pembenahan beberapa bidang yang menyangkut Struktur Organisasi di tingkat Mabes Polri. Hasilnya, struktur yang baru lebih terkesan lebih dinamis dan komunikatif. Kedua, adalah soal perubahan nama pimpinan polisi dan markas besarnya. Berdasarkan Keppres No.52 Tahun 1969, sebutan Panglima Angkatan Kepolisian RI (Pangak) diubah menjadi Kepala Kepolisian RI (Kapolri). Dengan begitu, nama Markas Besar Angkatan Kepolisian pun berubah menjadi Markas Besar Kepolisian (Mabak).

            Perubahan itu membawa sejumlah konsekuensi untuk beberapa instansi yang berada di Kapolri. Misalnya, sebutan Panglima Daerah Kepolisian (Pangdak) menjadi Kepala Daerah Kepolisian RI atau Kadapol. Demikian pula sebutan Seskoak menjadi Seskopol. Di bawah kepemimpinan Hoegeng peran serta Polri dalam peta organisasi Polisi Internasional, International Criminal Police Organization (ICPO), semakin aktif. Hal itu ditandai dengan dibukanya Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol di Jakarta.

        Selama ia menjabat sebagai kapolri ada dua kasus menggemparkan masyarakat. Pertama kasus Sum Kuning, yaitu pemerkosaan terhadap penjual telur, Sumarijem, yg diduga pelakunya anak-anak petinggi teras di Yogyakarta. Ironisnya, korban perkosaan malah dipenjara oleh polisi dengan tuduhan memberi keterangan palsu. Lalu merembet dianggap terlibat kegiatan ilegal PKI. Nuansa rekayasa semakin terang ketika persidangan digelar tertutup. Wartawan yg menulis kasus Sum harus berurusan dengan Dandim 096. Hoegeng bertindak. Kita tidak gentar menghadapi orangorang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Mahaesa. Jadi, walaupun keluarga sendiri, kalau salah tetap kita tindak. Geraklah the sooner the better, tegas Hoegeng di halaman 95.

         Kasus lainnya yg menghebohkan adalah penyelundupan mobil-mobil mewah bernilai miliaran rupiah oleh Robby Tjah jadi. Berkat jaminan, pengusaha ini hanya beberapa jam mendekam di tahanan Komdak. Sungguh berkua sanya si penjamin sampai Ke jaksaan Jakarta Raya pun memetieskan kasus ini. Siapakah si penjamin itu? Tapi, Hoegeng tak gentar. Di kasus penyelundupan mobil mewah berikutnya, Robby tak berkutik. Pejabat yg terbukti menerima sogokan ditahan. Rumor yg santer, gara-gara membongkar kasus ini pula yg menyebabkan Hoegeng di pensiunkan, 2 Oktober 1971 dari jabatan kapolri. Kasus ini ternyata melibatkan sejumlah pejabat dan perwira tinggi ABRI (hlm 118). Bayangan banyak orang, memasuki masa pensiun orang pertama di kepolisian pasti menyenangkan. Tinggal menikmati rumah mewah berikut isinya, kendaraan siap pakai. Semua itu diperoleh dari sogokan para pengusaha.


Kasus inilah yang kemudian santer
diduga sebagai penyebab pencopotan Hoegeng oleh Presiden Soeharto. Hoegeng dipensiunkan oleh Presiden Soeharto pada usia 49 tahun, di saat ia sedang melakukan pembersihan di jajaran kepolisian. Kabar pencopotan itu diterima Hoegeng secara mendadak. Kemudian Hoegeng ditawarkan Soeharto untuk menjadi duta besar di sebuah Negara di Eropa, namun ia menolak. Alasannya karena ia seorang polisi dan bukan politisi.

“Begitu dipensiunkan, Bapak kemudian mengabarkan pada ibunya. Dan ibunya hanya berpesan, selesaikan tugas dengan kejujuran. Karena kita masih bisa makan nasi dengan garam,” ujar Roelani. “Dan kata-kata itulah yang menguatkan saya,” tambahnya.

Hoegeng diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolri pada 2 Oktober 1971, dan ia kemudian digantikan oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Moh. Hasan. Pemberhentian Hoegeng dari jabatannya ini menyisakan sejumlah tanda tanya di antaranya karena masa jabatannya sebagai Kapolri saat itu belum habis. Berbagai spekulasi muncul berkaitan dengan pemberhentiannya tersebut, antara lain dikarenakan figurnya terlalu populer dikalangan pers dan masyarakat. Selain itu ada pula yang menyebutkan bahwa ia diganti karena kebijaksanaannya tentang penggunaan helm yang dinilai sangat kontroversi.

Ternyata masa menyenangkan itu tidak berlaku bagi Hoegeng yg anti disogok. Pria yg pernah dinobatkan sebagai The Man of the Year 1970 ini pensiun tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun barang mewah. Rumah dinas menjadi milik Hoegeng atas pemberian dari Kepolisian. Beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yg kemudian menjadi satu-satunya mobil yg ia miliki.Pengabdian yg penuh dari Pak Hoegeng tentu membawa konsekuensi bagi hidupnya sehari-hari. Pernah dituturkannya sekali waktu, setelah berhenti dari Kepala Polri dan pensiunnya masih diproses, suatu waktu dia tidak tahu apa yg masih dapat dimakan oleh keluarga karena di rumah sudah kehabisan beras.

Hoegeng memang seorang yang sederhana, ia mengajarkan pada istri dan anak-anaknya arti disiplin dan kejujuran. Semua keluarga dilarang untuk menggunakan berbagai fasilitas sebagai anak seorang Kapolri.

“Bahkan anak-anak tak berani untuk meminta sebuah sepeda pun,” kata Merry.

Aditya, salah seorang putra Hoegeng bercerita, ketika sebuah perusahaan motor merek Lambretta mengirimkan dua buah motor, sang ayah segera meminta ajudannya untuk mengembalikan barang pemberian itu. “Padahal saya yang waktu itu masih muda sangat menginginkannya,” kenang Didit.

Saking jujurnya, Hoegeng baru memiliki rumah saat memasuki masa pensiun. Atas kebaikan Kapolri penggantinya, rumah dinas di kawasan Menteng Jakarta pusat pun menjadi milik keluarga Hoegeng. Tentu saja, mereka mengisi rumah itu, setelah seluruh perabot inventaris kantor ia kembalikan semuanya.

Memasuki masa pensiun Hoegeng menghabiskan waktu dengan menekuni hobinya sejak remaja, yakni bermain musik Hawaiian dan melukis. Lukisan itu lah yang kemudian menjadi sumber Hoegeng untuk membiayai keluarga. Karena harus anda ketahui, pensiunan Hoegeng hingga tahun 2001 hanya sebesar Rp.10.000 saja, itu pun hanya diterima sebesar Rp.7500! Dalam acara Kick Andy, Aditya menunjukkan sebuah SK tentang perubahan gaji ayahnya pada tahun 2001, yang menyatakan perubahan gaji pensiunan seorang Jendral Hoegeng dari Rp. 10.000 menjadi Rp.1.170.000. Pada 14 Juli 2004, Hoegeng meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta dalam usia yang ke 83 tahun. Ia meninggal karena penyakit stroke dan jantung yang dideritanya. Hoegeng mengisi waktu luang dengan hobi melukisnya.

Biografi Hoegeng
Itulah sekadar beberapa catatan kenangan untuk Pak Hoegeng yg baru saja meninggalkan kita. Seorang yg hidupnya senantiasa jujur, seorang yg menjadi simbol bagi hidup jujur, dan simbol bagi kejujuran yg hidup.

Tak heran, Almarhum Gus Dur pernah berkata,
"Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng."

Referensi :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Hoegeng_Imam_Santoso

Softskill (Tugas 2) Sosial dan Politik

KEKUASAAN DAN WEWENANG ERA REFORMASI

Disusun Oleh :
ANDRI KEVIN AKBAR (2A213111)
ANNISA NUR RAKHMASARI (2A213147)
DIESCA TITANAYU (2A213009)
VINDHA VAN NELLY (2A213141)

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
    Pada tahun 1997, telah terjadi krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan memburuk. Pada masa orde baru, adanya sistem monopoli di bidang perdagangan, jasa, dan usaha sehingga orang-orang yang dekat dengan pemerintah akan mudah mendapatkan fasilitas dan kesempatan bahkan mampu berbuat apa saja demi keberhasilan usahanya. Setelah itu, krisis moneter mulai melanda. Krisis tersebut membawa dampak yang luas bagi kehidupan manusia dan bidang usaha. Perusahaan dan bank-bank banyak ditutup sehingga tejadi PHK dimana-mana dan menyebabkan meningkatnya angka pengangguran dan krisis perbankan. KKN semakin merajalela, ketidak adilan dalam bidang hukum, pemerintahan orde baru yang tidak demokrasi dan tertutup, dan memunculkan demonstrasi yang digerakkan oleh mahasiswa. Tuntutan utama kaum demonstran adalah perbaikan total pada  ekonomi dan reformasi. Demonstrasi besar-besaran dilakukan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998. Pada saat itu terjadi peristiwa Trisakti, yang telah menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti akibat bentrok dengan aparat keamanan. Empat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Hery Hariyanto, Hendriawan, dan Hafidhin Royan. Mereka diberikan gelar sebagai "Pahlawan Reformasi". Menanggapi aksi reformasi tersebut, presiden Soeharto berjanji akan mereshuffle kabinet Pembangunan VII nebjadi kabinet reformasi. Selain itu juga akan membentuk komite reformasi yang bertugas menyelesaikan UU Pemilu, UU Kepartaian, UU Susduk MPR, DPR, dan DPRD, UU Antimonopoli, dan UU Antikorupsi.

     Setelah berjalan dan dalam perkembangannya, komite reformasi belum bisa terbentuk karena empat belas menteri menolak untuk diikutsertakan dalam kabinet reformasi. Adanya penolakan tersebut menyebabkan presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden RI dan menyerahkan jabatannya kepada wakil presiden B.J. Habibie. Peristiwa ini menandai dimulainya orde reformasi.

PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Tujuan Era Reformasi
    Reformasi merupakan suatu perubahan yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang diwariskan oleh orde baru atau merombak dan membangun kembali segala tatanan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang berbau orde baru.

     Dalam rangka menanggapi tutntutan reformasi dari masyarakat dan agar dapat mewujudkan tujuan dari era reformasi tersebut maka B.J. Habibie mengeluarkan beberapa kebijakan, antara lain :

1) Kebijakan dalam bidang politik
Reformasi dalam bidang politik berhasil mengganti lima paket undang-undang masa orde baru dengan tiga undang-undang politik yang lebih demokratis. Berikut ini tiga undang-undang tersebut.
  • UU No. 2 Tahun 1999 tentang partai politik
  • UU No. 3 Tahin 1999 tentang pemilihan umum
  • UU No. 4 Tahun 1999 tentang susunan dan kedudukan DPR/MPR
2) Kebijakan Dalam Bidang Ekonomi
Untuk memperbaiki prekonomian yang terpuruk, terutama dalam sektor perbankan, pemerintah membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional ( BPPN ). Selanjutnya pemerintah mengeluarkan UU No 5 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

3) Kebebasan Dalam Menyampaikan Pendapat dan Pers
Kebebasan menyampaikan pendapat dalam masyarakat mulai terangkat kembali. Hal ini terlihat dari mumculnya partai-partai politik dari berbagaia golongan dan ideology. Masyarakat dapat menyampaikan kritik secara terbuka kepada pemerintah. Di samping kebebasan dalam menyampaikan pendapat, kebebasan juga diberikan kepada Pers. Reformasi dalam Pers dilakukan dengan cara menyederhanakan permohonan Surat Ijin Usaha Penerbitan ( SIUP ).

4) Pelaksanaan Pemilu
Pada masa pemerintahan B.J. Habibie berhasil diselenggarakan pemilu multipartai yang damai dan pemilihan presiden yang demokratis. Pemilu tersebut diikuti oleh 48 partai politik. Dalam pemerintahan B. J. Habibie juga berhasil menyelesaikan masalah Timor Timur . B.J.Habibie mengambil kebijakan untuk melakukan jajak pendapat di Timor Timur. Referendum tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 dibawah pengawasan UNAMET. Hasil jajak pendapat tersebut menunjukan bahwa mayoritas rakyat Timor Timur lepas dari Indonesia. Sejak saat itu Timor Timur lepas dari Indonesia. Pada tanggal 20 Mei 2002 Timor Timur mendapat kemerdekaan penuh dengan nama Republik Demokratik Timor Leste.
Selain dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh B.J. Habibie, perubahan juga dilakukan dengan penyempurnaan pelaksanaan dan perbaikan peraturan-peraturan yan tidakk demokratis, dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu kepada prinsip pemisahan kekuasaan dn tata hubungan yang jelas antara lembaga Eksekutuf, Legislatif dan Yudikatif.

Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain :
  1. Keluarnya ketetapan MPR RI No X / MPR/1998 Tentang Pokok-Pokok Reformasi.
  2. Ketetapan No VII/MPR/ 1998 tentang pencabutan Tap MPR tentang referendum
  3. Tap MPR RI No XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan negara yang bebas dari KKN.
  4. Tap MPR RI No XIII/MPR/1998 tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden RI.
  5. Amandemen UUD 1945 sudah sampai Amandemen I,II,III,IV.
2. Sistematika Pelaksanaan UU 1945 pada Masa Orde Reformasi
    Demokrasi pada masa orde reformasi adalah demokrasi yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada masa Orde Reformasi dilandasi semangat Reformasi, dimana paham demokrasi berdasar atas kerkyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dilaksanakan dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, selalu memelihara persatuan Indonesia dan untuk mewujudkan suatu keadilan sosila bagi seluruh rakyat Indonesia. Pelaksanaan demokasi Pancasila pada masa Reformasi telah banya member ruang gerak kepada parpol dan komponen bangsa lainnya termasuk lembaga permusyawaratan rakyat dan perwakilan rakyat mengawasi dan mengontrol pemerintah secara kritis sehingga dua kepala negara tidak dapat melaksanakan tugasnya sampai akhir masa jabatannya selama 5 tahun karena dianggap menyimpang dari garis Reformasi.

Ciri-ciri umum demokrasi Pancasila Pada Masa Orde Reformasi:
  1. Mengutamakan musyawarah mufakat
  2. Mengutamakan kepentingan masyarakat , bangsa dan negara
  3. Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
  4. Selalu diliputi oleh semangat kekeluargaan
  5. Adanya rasa tanggung jawab dalam melaksanakan keputusan hasil musyawarah
  6. Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati yang luhur
  7. Keputusan dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Than Yang Maha Esa, berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan
  8. Penegakan kedaulatan rakyar dengan memperdayakan pengawasan sebagai lembaga negara, lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat
  9. Pembagian secara tegas wewenang kekuasaan lembaga Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.
  10. Penghormatan kepada beragam asas, cirri, aspirasi dan program parpol yang memiliki partai
  11. Adanya kebebasan mendirikan partai sebagai aplikasi dari pelaksanaan hak asasi manusia
Setelah diadakannya amandemen, UUD 1945 mengalami perubahan. Hasil perubahan terhadap UUD 1945 setelah di amandemen :
- Pembukaan
- Pasal-pasal : 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal peraturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan.

3. Sistem Pemerintahan pada Masa Orde Reformasi
    Sistem pemerintahan masa orde reformasi dapat dilihat dari aktivitas kenegaraan sebagai berikut:
  1. Kebijakan pemerintah yang memberi ruang gerak yang lebih luas terhadap hak-hak untuk mengeluarkan pendapat dan pikiran baik lisan atau tulisan sesuai pasal 28 UUd 1945 dapat terwujud dengan dikeluarkannya UU No 2 / 1999 tentang partai politik yang memungkinkan multi partai
  2. Upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersuh dan berwibawa serta bertanggung jawab dibuktikan dengan dikeluarkan ketetapan MPR No IX / MPR / 1998 yang ditindak lanjuti dengan UU no 30/2002 tentang KOMISI pemberantasan tindak pidana korupsi.
  3. Lembaga MPR sudah berani mengambil langkah-langkah politis melaui siding tahunan dengan menuntuk adanya laporan pertanggung jawaban tugas lembaga negara , UUD 1945 di amandemen, pimpinan MPR dan DPR dipisahkan jabatannya, berani memecat presiden dalam sidang istimewanya.
  4. Dengan Amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden paling banyak dua kali masa jabatan, presiden dan wakil presiden dipilih  langsung oleh rakyat mulai dari pemilu 2000 dan yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pertama pilihan langsung rakyat adalah Soesilo Bambang Yodoyono dan Yoesuf Kala, MPR tidak lagi lembaga tertinggi negara melainkan lembaga negara yang kedudukannya sama dengan presiden , MA , BPK, kedaulatan rakyat tidak lagi ditangan MPR melainkan menurut UUD.
Di dalam amandemen UUD 1945 ada penegasan tentang sisten pemerintahan presidensial tetap dipertahankan dan bahkan diperkuat. Dengan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung.

4. Kelebihan dan Kelemahan Era Reformasi
Kelebihan era Reformasi yaitu :
a. Kebebasan bicara dan berpendapat mulai berjalan.
b. Pemberantasan korupsi sudah mulai berjalan (walaupun masih banyak kendala).
c. Demokrasi yang lebih terbuka.
d. Persaingan ekonomi yang lebih terbuka dalam beberapa sektor ekonomi (sebelumnya   dikuasai kroni Suharto).
·     Kekurangan era Reformasi yaitu :
a. Masyarakat yang terlalu bebas, dan mengartikan kebebasan dengan boleh berbuat  sebebas - bebasnya. Akibatnya : banyak demo yang berakhir rusuh, pilkada yang berakhir rusuh.
b. Kebangkitan ormas-ormas  radikal yang meresahkan masyarakat akibat pemerintah yang tidak tegas.
c. Mulai ditinggalkannya program- program pemerintah yang secara konseptual cukup baik, seperti program swasembada pangan, yang sebenarnya dapat mengurangi potensi inflasi tinggi untuk jangka panjang.

Sumber :
http://awahyuleksono.blogspot.com/2014/11/tugas-kelompok-softskill-sosiologi-dan.html

Jumat, 07 November 2014

Softskill ( Tugas 1 ) - Sosial dan Politik

NAMA : ANDRI KEVIN AKBAR
NPM    : 2A213111
KELAS: 5 EB 25



                            Pengertian Perubahan Sosial

             Perubahan sosial menurut Selo Soemardjan adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Menurut Kingsley Davis, Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Perubahan sosial dapat merujuk pada gagasan kemajuan sosial atau evolusi sosiokultural, ide filosofis bahwa masyarakat bergerak maju dengan dialektis atau evolusioner. Hal ini mengacu pada perubahan paradigmatik dalam struktur sosio-ekonomi, misalnya pergeseran dari feodalisme dan menuju kapitalisme. Hal ini juga dapat merujuk kepada revolusi sosial, seperti revolusi sosialis yang disajikan dalam paham Marxisme, atau gerakan sosial lainnya, seperti hak pilih perempuan atau gerakan hak-hak sipil. Perubahan sosial dapat didorong oleh kekuatan budaya, agama, ekonomi, ilmu pengetahuan atau teknologi.

Teori Perubahan Sosial
  1. Teori Siklus - Perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang.
  2. Teori Perkembangan (Linier) - Perubahan dapat diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu.
Jenis atau Bentuk Perubahan Sosial 
Perubahan cepat dan perubahan lambat

1) Perubahan cepat (revolusi)

Contoh : Revolusi Mesir.

*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.

Revolusi mencoba untuk menempatkan pemerintahan baru.


Syarat-syarat terjadinya revolusi :

a. Harus ada keinginan dari masyarakat untuk mengadakan suatu perubahan.

b. Adanya pemimpin yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.

c. Adanya pemimpin yang dapat menampung keinginan atau aspirasi dari masyarakat dan merumuskannya menjadi program kerja.

d. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai.

e. Harus ada momentum yang tepat untuk memulai gerakan.

2) Perubahan lambat (evolusi)

Contoh : perkembangan sistem berburu dan meramu ke sistem pertanian modern
b. Perubahan kecil dan perubahan besar
1) Perubahan kecil : pengaruh yang ditimbulkan tidak luas.

Contoh : perubahan mode pakaian.

2) Perubahan besar : pengaruh yang ditimbulkan luas.

Contoh : proses industrialisasi.
c. Perubahan yang direncanakan (planned change) / perubahan yang dikehendaki (intended change)  dan perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) / perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change)

1) Perubahan direncanakan/perubahan yang dikehendaki : perubahan yang diproses melalui suatu program atau rencana tertentu agar menghasilkan suatu perubahan tertentu.

Contoh : program Keluarga Berencana (KB) untuk menghasilkan keluarga sejahtera.


Pelaku perubahan (agent of change) : pihak-pihak yang menghendaki perubahan.

2) Perubahan tidak direncanakan/perubahan yang tidak dikehendaki : perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.

Contoh :

a. PHK menyebabkan pengangguran meningkat dengan pesat

b. Mesin pertanian berakibat tumbuhnya sikap individualis
d. Perubahan Struktural dan Perubahan Proses

  1. Perubahan struktural : perubahan sangat mendasar, berakibat munculnya reorganisasi dalam masyarakat. Contoh : Sistem pemerintahan kerajaan menjadi parlemen.
  2. Perubahan proses : perubahan sifatnya tidak mendasar, hanya penyempurnaan dari perubahan sebelumnya. Contoh : Perubahan dalam kurikulum pendidikan yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya.

Penyebab Perubahan Sosial

Faktor-faktor penyebab perubahan sosial :

a. faktor intern :

- penemuan baru

- bertambah atau berkurangnya penduduk

- terjadinya pemberontakan atau revolusi

- pertentangan dalam masyarakat

b. faktor ekstern :

- bencana alam

- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain

- peperangan dengan negara lain
Faktor pendorong perubahan sosial :
1. Sistem pendidikan formal yang maju.

2. Sikap menghargai karya orang lain dan keinginan untuk maju.

3. Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat.

4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.

5. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.

6. Penduduk yang heterogen.

7. Orientasi ke masa depan yang lebih baik.

8. Adanya kontak dengan kebudayaan lain.


Difusi budaya : proses penyebaran budaya dari suatu masyarakat ke masyarakat lain.
Faktor penghambat perubahan sosial :
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.

2. Adanya adat atau kebiasaan yang sulit diubah

3. Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interests)

4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.

5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.

6. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.

7. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.

8. Prasangka terhadap hal-hal baru dan asing.
Dampak Perubahan Sosial

Modernisasi

Pengertian modernisasi : transformasi sikap masyarakat dari tradisional menjadi modern sesuai dengan tuntutan zaman dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dampak positif modernisasi : adanya penemuan peralatan modern yang dapat membantu manusia.

- Dampak positif perubahan di bidang ekonomi : 

Kecenderungan masyarakat untuk menabung guna menyejahterakan dirinya di masa mendatang.

Dampak positif demokratisasi bagi masyarakat : meningkatnya partisipasi rakyat.

Dampak positif modernisasi di bidang teknologi infiormasi : tersebarnya berita dengan cepat ke seluruh dunia.

Dampak negatif modernisasi : adanya peralatan canggih menimbulkan pengangguran.

- Dampak negatif pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan mengakibatkan : pencemaran lingkungan.

- Dampak negatif kemajuan teknologi :

Berkembangnya telepon selular (HP) yang didalamnya terdapat kamera, menyebabkan beredar gambar porno di kalangan pelajar SMA.



Syarat modernisasi :

1. Cara berpikir ilmiah

2. Sistem administrasi negara yang baik

3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur

4. Penciptaan iklim yang menyenangkan bagi masyarakat

5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin tinggi

6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial


Globalisasi

Pengertian globalisasi : proses penyebaran unsur-unsur baru atau hal-hal baru khususnya yang menyangkut informasi secara duniawi melalui media cetak dan elektronik.



Dampak positif globalisasi :

- mempercepat keberhasilan pembangunan di bidang sumber daya manusia

- pertumbuhan ekonomi antarnegara tanpa batas



Dampak negatif globalisasi :

- goncangan budaya (culture shock),

- pergeseran nilai-nilai budaya, dan

- ketertinggalan budaya (cultural lag).



Westernisasi : pemujaan terhadap Barat yang berlebihan, pembaratan.

Contoh akibat negatif dari westernisasi :

Kesenangan mengunjungi tempat hiburan malam, pergaulan bebas, dan mengenakan pakaian seronok/minim, merupakan kebiasaan kelompok masyarakat tertentu.
Sumber : http://sosialsosiologi.blogspot.com/2009/08/perubahan-sosial.html